15
Jan
09

we will not go down (song for gaza)

The Lyric:
WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

10
Sep
08

Mahasiswa & Ekonomi Islam

oleh: Adietya Muhlizar

”Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuham mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.” (QS. Al Kahf : 13)

Sejarah bangsa Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran para pemuda. Melalui para pemuda, bangsa ini mampu melepaskan dirinya dari belenggu penjajahan bangsa asing. Mulai dari zaman sebelum pergerakan nasional dimulai atau saat perjuangan masih bersifat kedaerahaan sampai saat detik-detik proklamasi, para pemuda memiliki kontribusi yang tidak sedikit untuk kemerdekaan Indonesia. Mulai dari mereka yang memiliki kemampuan intelektualitas dan berjuang di jalur diplomasi, sampai mereka yang hanya bermodalkan semangat “merdeka atau mati” dan terjun langsung ke medan perang, memberikan kontribusi yang sangat besar demi kemerdekaan Indonesia.

Lanjutkan membaca ‘Mahasiswa & Ekonomi Islam’

27
Jun
08

Mewujudkan Kesejahteraan dengan Menerapkan Ekonomi Islam

Oleh : Mu’izzuddin

Chairman Isef

Sistem ekonomi yang diterapkan, seharusnya mampu mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat berdasarkan asas demokrasi, kebersamaan, dan kekeluargaan yang melekat, serta pada akhirnya mewujudkan ketentraman bagi manusia. Akan tetapi Rentetan peristiwa akibat sistem ekonomi yang diterapkan terus memberikan dampaknya.

Peristiwa demi peristiwa terjadi memberikan gambaran tentang kekuatan suatu sistem dalam membangun kesejahteraan, di sistem kapitalis sering terdengar para buruh mengadakan demonstrasi agar sistem kontrak kerja yang diberlakukan di perusahaan dihapuskan, karyawan meminta kenaikan gaji, mendorong para manajemen perusahaan untuk membayarkan uang THR, lembur atau jenis-jenis pembayaran yang lain. itulah selintas peristiwa yang sering ditemukan pada suatu negara yang menerapkan sistem ini.

Sebaliknya, contoh kasus sistem ekonomi yang lain seperti negara Uni Soviet mencoba menerapkan sistem ekonomi sosialis yang dicetuskan Karl Marx dalam bukunya, Das Kapital, atas ketidaksetujuan terhadap sistem kapitalis. Pemerintahannya mengusahakan pemerataan ekonomi penduduk dengan menguasai dan mengontrol semua sumber daya alam, industri-industri penting, perbankan, dan sarana publik. Tujuan akhir dari sistem ini adalah kesejahteraan yang merata dalam masyarakat tanpa ada hirarki kelas sosial. Namun, sebelum cita-cita tersebut tercapai, sistem sosialis runtuh karena perselisihan antar pimpinan dan korupsi di dalam tubuh pemerintah itu sendiri. Dengan kata lain, sistem ini belum berhasil memeratakan kesejahteraan rakyat malah memperburuk rakyat ke dalam kemiskinan, hal ini dapat terjadi karena dominasi pemerintah yang berlebihan yang membuat roda perekonomian tidak berkembang.

Lantas, sistem ekonomi bagaimanakah yang mampu menciptakan kesejahteraan,. Adam Smith, penggagas sistem ekonomi kapitalis, memberikan catatan bahwa “dunia yang paling baik adalah dunia tanpa bunga”. Maka memakai sistem ekonomi yang berdasarkan “konsep bunga” dalam menyelesaikan permasalahan ekonomi Lanjutkan membaca ‘Mewujudkan Kesejahteraan dengan Menerapkan Ekonomi Islam’

10
Jun
08

Pandangan Terhadap Kebijakan Ekonomi Indonesia Ditinjau dari Konsep Dasar Ekonomi Islam

Oleh : Adietya Muhlizar
ketua Brain Storming Team Isef

Ilmu ekonomi adalah sebuah cabang ilmu dari pengetahuan sosial yang tidak bisa lepas dalam kehidupan sehari-hari karena melalui ilmu ekonomi inilah setiap manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, baik sebagai individu maupun sebagai satu kesatuan atau dikenal dengan organisasi. Dalam hal ini, organisasi yang merupakan kesatuan dari setiap individu disebut dengan negara.

Berbicara soal negara, tentu tidak bisa dilepaskan dari cabang ilmu pengetahuan sosial lainnya yaitu ilmu politik. Melalui ilmu politik ini individu-individu yang terlibat dalam organisasi yang disebut sebagai negara dapat memainkan perannya untuk mengatur sebuah negara agar dapat mencapai tujuannya yang telah dicita-citakan melalui semua kebijakan, termasuk kebijakan ekonomi.

Kebijakan ekonomi suatu negara tidak bisa lepas dari keterlibatan pemerintah karena pemerintah memegang kendali atas segala sesuatu, menyangkut semua kebijakan yang bermuara kepada keberlangsungan negara itu sendiri. Setiap pemerintahan yang sedang memimpin suatu negara tentu saja memiliki kebijakan ekonomi andalan untuk menjamin perekonomian negara yang baik dan stabil demi tercapainya kemakmuran dan kesejahteraan, karena sudah menjadi kewajiban pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi agar tercapainya kehidupan yang makmur dan sejahtera bagi rakyatnya.

Kebijakan ekonomi suatu negara juga tidak bisa dilepaskan dari paham atau sistem ekonomi yang dipegang oleh pemerintahan suatu negara, seperti sistem ekonomi Kapitalisme, Sosialisme, Campuran, maupun sistem ekonomi Islam. Tentu saja pemerintah, sebagai pengendali perekonomian suatu negara, menganut salah satu sistem ekonomi sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan ekonomi. Apapun sistem ekonomi yang dipegang oleh suatu pemerintahan, sistem ekonomi itulah yang diyakini sebagai sistem ekonomi terbaik bagi perekonomian negara yang dipimpin oleh suatu pemerintahan tersebut walaupun nantinya dalam sistem ekonomi yang dipegang memiliki berbagai kelemahan.

Dari berbagai sistem ekonomi yang ada, dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, sistem ekonomi Islam dianggap sebagai smart solution dari berbagai sistem ekonomi yang ada karena secara etimologi maupun secara empiris, terbukti sistem Lanjutkan membaca ‘Pandangan Terhadap Kebijakan Ekonomi Indonesia Ditinjau dari Konsep Dasar Ekonomi Islam’

05
Jun
08

PROSPECT OF SHARIA FINANCING IN AGRICULTURE SECTOR

By: Rio Ramadhian

TUTOR IKHWAN BRAIN STORMING TEAM

Written as the Material to Join Scientific Paper Competition

in Sharia Economics Activities 3 (SEHATI 3)

Agriculture sector shows important contribution in economic structure of South Sumatera structural. So that it is reasonable to give by attention to agriculture sector. Remembering that this sector becomes the main hope for most rural society is life. In supporting South Sumatera as a Nastional Food Barn. But RGDP South Sumatera’s sub sector was in decreasing condition for the last three years. One main problem is the weak in capitalization. Although the government has tried to cope that problem by releasing some credit programs for agriculture sector. The credit program shows the unsatisfied result, even pile up new problem like the increasing of farmer debt and non performing loan. Based on that matter it is need to find agriculture based alternative system, one of them is by sharia skim. This article has a purpose to give some introduction about sharia financing and prospect implementation in order to support South Sumatra food barn. Result of this research show that sharia financing have great opportunity to make financial in agriculture sector become strength ness.

Regional decentralization era which has been run in several years strive for government of south Sumatra to have big participation in order to explore their natural resources to economic development regional sector’s increases, agriculture sector is the big one of top sector in this region and this sector had been a great income to save big amount low line of suburban peoples.

Generally agriculture sector shows the significant contribution in economical structure in South Sumatra because in fact agriculture sector give a good condition (table 1.1), although RGDP of sub sector has been declined since 2002 (7.02%), in 2003 (6.75%) and in 2004 (6.29%). (Setijawan and Siregar, 2003).

Table 1. Structure of Economy South Sumatra at 2005 up to 3rd Quarterly of 2006

2005

2006

Sector

I

II

III

IV

I

II

III

1. Agriculture

18.70

18.92

19.98

17.06

15.17

17.45

20.05

2. Mining

27.82

28.19

28.13

28.68

31.47

28.83

27.03

3. Manufacturing

21.29

20.85

20.31

20.67

23.03

22.40

21.43

4. Electricity

0.61

0.65

0.64

0.62

0.53

0.54

0.54

5. Built

6.28

6.36

6.69

7.48

5.72

5.89

5.92

6. Trading

9.44

9.28

9.11

8.76

10.64

11.14

11.32

7. Transportation

4.45

4.39

4.25

5.18

3.88

3.96

3.97

8. Financial

3.51

3.54

3.49

3.39

3.20

3.30

3.18

9. Services

7.90

7.82

7.40

7.37

6.36

6.48

6.56

Total

100.00

100.00

100.00

100.00

100.00

100.00

100.00

Source: Central of Statistic Department South Sumatra 2006

One of obstacle is investment and financial, actually local government has been solved that problem with compose any credit program for agriculture sector, this program which used interest system showed dissatisfaction result, in fact created new problem such as the payable of farmer become bigger and insufficient fund to pay that payable.

Base on this fact to solve this problem financing and investment so needed, one of them is with sharia skim. Different with credit model, sharia financing free of interest, and profit proportion base on dividend after all transaction ended.

South Sumatra As the Food Barn

South Sumatra as the food barn have wide meaning that is South Sumatra as the region which produce and supply the food resave as soon as other agriculture crops in fresh formed in spite of agro industrial product, in where people not in standard condition of food needed, but rather have a buying effort and easily to get food access until have the food strength ness which have a good position and get proper income in order to fulfill other needs, it is so explicit that in this explanation include any efforts of economic exertion that done by government and agriculture community in wide scope in order to be able to prepare agriculture crop, so that the farmer have buying efforts that enough from their income so can get food access, all at once to have the more than standard income that purpose is to improve their economical life in the future. Lanjutkan membaca ‘PROSPECT OF SHARIA FINANCING IN AGRICULTURE SECTOR’

14
Mei
08

PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA, KEMARIN, HARI INI dan MASA YANG AKAN DATANG

(by : Adietya Muhlizar, tulisan ini disampaikan secara singkat pada Presentasi Trainer Idol, dalam Sharia Economics Training (SET) yang di selenggarakan oleh Forum Silahturahmi Studi Ekonomi Islam Lampung (FOSSEIL), Bandar Lampung, 4 Mei 2008, dengan judul Evaluasi dan Prospek Perbankan Syariah)

Pendahuluan

Perbankan merupakan salah satu Lembaga Keuangan yang memiliki pengaruh besar dalam roda perekonomian masyarakat. Bank adalah sebuah lembaga bagi masyarakat untuk menyimpan uang dan juga dapat menjadi tempat peminjaman uang di saat masyarakat yang membutuhkan. Seiring dengan berjalannya waktu, bank telah menjadi sebuah kebutuhan hidup bagi manusia.

Bank yang diharapakan bisa menjadi solusi bagi masalah perekonomian masyarakat ternyata memiliki sisi negatif. Sisi negatif tersebut berupa sistem riba yang berbentuk dan dikenal sebagai Lanjutkan membaca ‘PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA, KEMARIN, HARI INI dan MASA YANG AKAN DATANG’